Thursday, October 05, 2006

Ya Rabb, begitu banyak ketidakjelasan yang ada pada diri hamba-Mu ini. dan begitu banyak keresahan yang menyelimuti jiwa ini, entah kenapa ya Rabb.
Engkaulah Rabb yang maha mengetahui atas segala sesuatu baik yang berada di bumi maupun yang berada di langit, yang nampak maupun yang ghaib.
Engkaulah Sang penentu atas segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.

Ya Rabb, semoga Engkau jadikan keresahan ini hanyalah sementara, dan semoga keresahan ini adalah keresahan yang dapat mendekatkan diri hamba pada-Mu, bukan keresahan yang akan menjauhkan hamba pada-Mu ya Rabb.

Lindungilah diri ini ya Rabb, jagalah hati ini ya Rabb, karena Engkaulah Sang pemilik diri ini, dan Engkaulah Sang Penguasa hati.

hanya Engkaulah yang mampu membolak-balikan hati ini ya Rabb, tegarkanlah hati ini, kuatkanlah hati ini, dan kukuhkanlah hati ini pada jalan-Mu ya Rabb.

Amin

Sunday, October 01, 2006

Sebatas inikah perjuanganku ?


Sering kali ketika kita mengadakan suatu acara, dan ketika acara tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan maka sering terdengan pada telinga ini kata-kata yang menenangkan, menyejukkan, "setelah kita berusaha dengan keras tapi seperti inilah hasilnya, maka ini adalah yang terbaik untuk kita"

Ada suatu hal yang begitu mengganjal dalam diri ini ketika mendengar hal tersebut. Ada sejumlah pertanyaan yang muncul dalam otak ini ketika mendengar kalimat tersebut.

Apakah benar kita telah memberikan usaha yang maksimal dalam da'wah ini ?

Apakah kita telah benar-benar memikirkan perjuangan ini secara maksimal ?

Seberapa besarkah usaha yang harus aku berikan agar semua usaha ini jadi maksimal ?


sebuah kalimat sering kali terdengan dengan mudahnya untuk menghibur diri ini, tapi jika kita menjawab pertanyaan diatas apakah jawaban tersebut telah merujuk kepada suatu kata "maksimal".

Jika direnungi kembali terhadap apa yang telah kita lakukan sebenarnya kita blumlah memberikan usaha yang maksimal dalam perjuangan ini. kita blum pernah berbuat yang maksimal.

bagaimana bisa suatu usaha yang kita lakukan itu bernilai maksimal jika kita melakukannya hanya disaat santai saja, saat diwaktu luang, dan sebagainya. mengingat sebuah perkatan dari kang Asysyarkhan bahwa suatu da'wah itu adalah suatu hal yang pasti jawabannya. Dan susah seharusnyalah diri ini tidak memberikan sebuah waktu sisa untuk perjuangan ini. dan sudah seharusnyalah pikiran ini lebih memprioritaskan pada beratnya perjuangan ini, bukan pada suatu hal yang lain.

Dan bukankah Allah telah membeli jiwa dan raga ini, jikalau begitu maka sudah seharusnyalah diri ini berserah diri hanya kepada Allah, dan sudah sepantasnyalah diri ini berjuagan di jalan Allah dan bukan dalam waktu sisa, bukan dengan tenaga sisa dan bukan dengan pemikiran sisa. tetapi harus dengan tenaga yang masih 100% siap pakai, pikiran yang masih fresh 100%, dan waktu yang siap dialokasikan untuk perjuangan ini.

Allah telah memberi dengan harga yang mahal untuk jiwa ini, dengan sebuah ganjaran yang tak ternilai harganya. Allah telah menjanjikan surga bagi mereka yang berjuang dijalannya.

Tapi dilain pihak Allah pun mempertanyakan kepada kita
"apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal blum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan berbagai macam cobaan) sehingga berkatalah RAsul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah , sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."

Disatu pihak Allah telah membeli jiwa dan harta kita dengan surga, disisi lain pun Allah mempertanhakan kepada kita apakah kita mengira bahwa kita akan masuk surga padahal blum datang kepada kita cobaan seperti halnya orang-orang terdahulu.

Lalu apakah usaha kita saat ini bisa dibilang maksimal ?

Seorang Mushaib bin Umair yang dengan kegigihannya berjuang dijalan Allah, dia sanggup menukarkan kekayaan, kesenangan dunia, bahkan ibunya dengan sebuah keimanan yang tiada ternilai harganya. Seorang Bilal yang dengan keteguhan keyakinannya sehingga Allah memuliakan dia. Seorang Abu Bakar yang siap menyerahkan seluruh kekayaanya untuk berjuang dijalan Allah. begitu besar pengorbanan dan cobaan yang telah dirasakan oleh orang terdahulu.

Lalu bagaimana dengan kita saat ini ?

dengan sebuah rintangan kecil yang terjadi sebuah ucapan masihlah yang terdengar ini adalah yang terbaik untuk kita, kita telah berusaha keras.

sebuah pernyataan yang perlu kita kaji ulang bersama, apa memang benar kita telah berusaha maksimal ?

Ya Rabb, Engkau adalah penentu dari segala sesuatu
Ma'afkanlah kami atas ketidakberdayaan kami dalam mengemban tugas da'wah-Mu ini ya Rabb
Berikanlah kami kekuatan dalam berjuang dijalan-Mu
Tuntunlah kami sehingga kami bisa memberikan yang terbaik yang kami bisa ya Rabb
Sehingga kami bisa memberikan yang maksimal dalam perjuangan ini ya Rabb

Kami adalah makhluk lemah yang selalu berputus asa
Sedangkan Engkau ada Rabb yang memiliki kekuasaan atas Alam Raya ini

Ridhoilah setiap langkah gerak kami ya Rabb
Bantulah dalam setiap gerak da'wah kami ya Rabb
Bimbinglah diri ini ya Rabb
Sesungguhnya kami tidak berdaya melainkan atas kehendak-Mu ya Rabb

Kuatkanlah hati ini tuk selalu berada dijalan-Mu ya Rabb

Amin

Thursday, September 28, 2006

Sebuah harap dari seorang hamba akan datangnya bulan yang dinanti


Ya Rabb, entah perasaan apa yang ada pada diri hamba ini ya Rabb. Ada sesuatu didalam jiwa ini ya Rabb ketika Ramadhan-Mu menghampiri

Penuh Syukur terpanjatkan kehadirat-Mu ya Rabb, karena Engkau telah mengizinkan hamba tuh berjumpa kembali dengan Ramadhan-Mu, bulan suci yang sangat dinanti-nanti oleh umat-Mu. bulan yang Engkau berikan begitu banyak rahmat, maghfirah, bahkan Engkau pun menjanjikan kebagaiaan bagi hamba-Mu yang kebahagian itu sangat tak ternilai harga di malam yang penuh keberkahan yaitu malam Lailatul Qadar, malam terindah dari malam seribu bulan.

Ya Rabb, dalam hati ini begitu senangnya berjumpa kembali pada ramadhan-Mu ya Rabb, tapi mengapa ya Rabb. Ada apa dengan diri ini ya Rabb, disatu sisi diri ini merasa senang dengan kehadiran bulan-Mu, tapi dalam kenyataannya ya Rabb, diri ini hanya memiliki sedikit perbekalan tuk menyambut bulan suci-Mu.

bukankah jika seseorang yang begitu merindukan sesuatu dia akan menpersiapkan dirinya ketika kerinduannya itu kan terbayarkan ya Rabb.

Engkau menjanjikan kemuliaan kepada umat-Mu yang merindukan akan kedatangan bulan-Mu ini ya Rabb.
Apakah diri ini termasuk didalamnya ya Rabb. apakah kerinduan yang hamba rasakan ini adalah kerinduan yang berarti untuk hamba agak Engkau memuliakan hamba ya Rabb. atau kah kerinduan ini hanya sesuatu angan-angan saja yang sebenarnya diri ini tak pernah merindukan tuk berjumpa dengan ramadhan-Mu ya Rabb.

Sesungguhnya hanya Engkaulah yang mampu menilai kesungguhan yang ada pada diri ini ya Rabb. Dan semoga hamba termasuk kedalam orang yang sungguh-sungguh merindukan datangnya bulan-Mu ini ya Rabb.

Dan semoga setiap tetesan air mata ini mampu menjadi bukti akan kerinduan hamba tuk berjumpa dengan bulan suci -Mu ini ya Rabb.

Ya Rabb, berkahilah kami selaku umat-Mu dalam beribadah di bulan suci-Mu ini ya Rabb. Muliakanlah kami dihadapan-Mu ya Rabb. Dan jadikanlah kami kedalam orang-orang yang termasuk merindukan datangnya bulan suci-Mu ini ya Rabb, termasuk kedalam orang-orang yang selalu merindukan tuk berjumpa dengan Rasul-Mu, termasuk orang-orang yang merindukan tuk berjumpa dengan Mu ya Rabb.

Dekatkanlah kami pada-Mu ya Rabb, terangilah hari kami selalu dengan cahaya-Mu ya Rabb. peliharalah kami ya Rabb dari siksa api neraka-Mu, karena sesungguhnya kami merindukan surga-Mu ya Rabb. Amin

Tuesday, September 19, 2006

Hadist of the day

"Perbanyaklah kalian berdzikir kepada Allah dalam segala keadaan, karena sesungguhnya tidak ada amal yang lebih dicintai oleh Allah dan lebih menyelamatkan seseorang dari semua keburukan dunia dan akhirat daripada berdzikir kepada Allah." (HR. Ibnu Sharshari)


"Janganlah kalian banyak berbicara selain berdzikir kepada Allah, karena sesungguhnya banyak berbicara selain berdzikir dapat menyebabkan hati keras, padahal manusia yang paling jauh dari rahmat Allah adalah orang yang memiliki hati kerasa." (HR.Tirmidzi)


"Setiap perbuatan baik yang didalamnya tidak dimulai dengan bacaan basmalah, maka perbuatan tersebut terputus (dari rahmat Allah)." (HR.Abu Dawud, dari Abu Hurairah)


"Maukah aku tunjukkan kepada kalian mengenai penyakit kalian dan obat untuk kalian? bahwasanya penyakit kalian adalah berbuat dosa, sedangkan obatnya adalah beristighfar."(HR.Dailami, dari Anas bin Malik)


"Barangsiapa yang selalu membaca istighfar, maka Allah akan menjadikan untuk dirinya jalan keluar dari semua kesulitan, menjadikan kegembiraan dari semua kesusahan, dan akan memberi rizki kepadanya dari jalan yang tak disangka-sangka."(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah, dari Ibnu 'Abbas)
Sewaktu kecil dulu, saat usia masih berkisar antara 8 atau 9 tahun, dan di bulan ramadhan. suatu hari daku bersama temen yang rumahnya bersebelahan denan aku, tetapi umurnya lebih muda daku aku. temen aku ini usianya lebih muda sekitar 4 atau 5 tahun dari aku. waktu itu kita jalan-jalan sore naik sepeda. kita muter-muter kompleks perumahan disekitar rumah waktu itu.

nah waktu jalan-jalan naik sepeda itu kita terfikir untuk jalan-jalan naik sepedanya di perumahan yang baru jadi aja, sepertinya seru tuh kan masih sepi (pikir kita). waktu itu akhirnya muter-muter tuh di sekitar kompleks perumahan yang baru itu.

nah pas di suatu jalan waktu itu pas kita abis belok aku melihat ada gajlukan (polisi tidur). sempat terfikir ada sesuatu yang aneh dengan gajlukan itu. kok gajlukan adanya cuman dikit terus disebelah kanan aja yah.

tapi saat itu aku berfikir mungkin emang sengaja kali dibuat kayak gitu, dah ah coba aja lewat gajlukannya. nah pada saaat itu daku kaget.....

soalnya waktu daku lindes itu gajlukan ternyata gajlukannya bangun trus punya kaki 4 lagi. wuih....

kaget euy...

dah gitu yang bikin seremnya tuh gajlukan langsung bersuara guk...guk...guk...

oh ternyata bukan gajlukan tapi anjing lagi tidur ya.... hehehe... salah ngelindes

dan yang bikin kita tegang itu adalah ternyata si anjing itu ngak terima klo dilindes, akhirnya anjing itu panggil pasukannya, trus dateng deh tuh pasukannya. weeeiiiii..... banyak euy pasukannya. sampe-sampe kita tuh dikelilingin anjing.

dah gitu karena perumahannya masih baru jadi masih sepi dari penduduk. wah serem waktu itu sih dah berfikir yang ngak-ngak. bingung mau cari jalan keluar buat kabur. yang paling ngak enak lagi daku bawa anak orang soalnya, masih kecil dari pada aku.

gmana yah....

mau kabur ngak bisa soalnya dikelilingin anjing, klo diinget-inget anjingnya tuh bisa sampe 10 anjing.

wah serem....

mau kabur ngak bisa, semua jalan ditutup sama tuh anjing-anjing. gmana yah...
mana temen dah nangis lagi...

tapi alhamdulillah, ternyata Allah belum mentakdirkan usia daku sampe saat itu toh buktinya daku masih bisa cerita ttg peristiwa itu yah :D.

waktu itu setelah sekian lama dikelilingi anjing akhirnya ada ibu-ibu yang lewat yang membantu mengusir anjing itu.

alhamdulillah... ya Rabb, Engkau telah menolong kami.

setalah anjing-anjing itu pada pergi kita pulang deh, dan alhamdulillah pas sampe rumah pas adzan maghrib, jadi kita langsung buka puasa. Alhamdulillah...

Sungguh Maha Besar Engkau ya Allah atas segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini.